Tanya Jawab

Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Plastik, silahkan layangkan email ke konsultasi@proaestheticclinic.id, Dokter kami akan dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan yang Anda ajukan.

*Untuk respon cepat terkait Informasi Konsultasi dan Operasi dapat menghubungi kontak berikut :

  • +62 812-9987-166
    Suster Dian

Dokter, saya seorang wanita, berusia 17 tahun, kebetulan saya kurang beruntung karena hidung saya pesek berbeda  dengan saudari saya lainnya. Saya ingin melakukan operasi memancungkan hidung, tapi saya bingung karena setelah browsing, banyak sekali metode yang ditawarkan antara lain dengan penyuntikan filler, dengan benang, dan dengan operasi. Dari ketiga tindakan tersebut yang manakah yang hasilnya paling baik? , saya ingin natural dan ingin aman karena  setelah saya baca, banyak juga ternyata komplikasinya dan saya sering melihat orang yang mungkin telah dilakukan tindakan memancungkan hidung,  tapi hasilnya tidak natural malah terlihat  aneh,  sehingga membuat saya takut untuk memilih,... padahal saya ingin sekali hidung saya mancung seperti saudari saya lainnya. 

terima kasih,

Deasy


2018-04-01 0 Balasan

Jawaban :



Saudi Deasy, terima kasih atas pertanyaannya, mohon maaf saya agak terlambat menjawabnya.

Metode yang aman untuk memancungkan hidung tentu saja harus yang berdasarkan kepada evidence base medicine, yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, dan dapat dimengerti secara logika. Artinya untuk meninggikan hidung yang pesek, tentu saja secara logika harus dipergunakan suatu bahan yang bersifat padat, keras/ kaku (seperti tiang penopang), tidak berubah bentuknya karena gravitasi dan tidak menimbulkan reaksi alergy terhadap jaringan sekitarnya, bukan suatu bahan yang cair, lembek , halus seperti filler dan benang.

Mari kita bahas satu persatu dari berbagai metode yg telah anda sebutkan:

1. Bahan Filler. Apakah FILLER  terpilih baik dan aman untuk memancungkan hidung?

    Jawaban saya adalah : TIDAK. Karena filler dari apa pun bahannya bukanlah benda padat, melainkan suatu benda cair yang agar kental berkentuk gell. Karena bentuknya tidak padat , filler dapat berubah bentuk, maka filler tidak dapat dipakai untuk memancungkan hidung dengan baik. Bahan filler yang dimasukkan ke dalam hidung tentu akan mengalir berpindah ke jaringan sekitarnya  karena proses gravitasi. Hal ini menyebabkan bentuk hidung tidak hanya tinggi tapi juga MEMBESAR (seperti bengkak). Ini mungkin yang anda sebut jadi aneh bentuknya. 

Sekedar PENGETAHUAN  : Jadi bahan filler itu sebenarnya untuk apa? Secara umum filler dipakai untuk mengisi bagian yang cekung/ kosong (sebagai filling  defect), artinya untuk mengisi lekukan atau kekosongan agar bagian tersebut jadi rata. Filler yang ditempatkan  pada bagIan yang cekung diharapkan tidak terlalu banyak berpindah lokasi. 

Filler itu terbuat dari apa? Filler yang berbahaya adalah yang terbuat dari silikon cair (ini bahan yang sudah lama DILARANG  untuk berada  di dalam tubuh secara langsung, karena tidak diserap malahan menimbulkan reaksi pada tubuh). Filler jenis kedua adalah filler yang terbuat dari asam hyaluronat, suatu bahan organik yang sebenarnya ada di dalam tubuh kita. Filler jenis ini memang tidak bebahaya  bila disuntikkan dengan benar ke dalam cekungan tadi, tapi dalam kurun waktu 3 bulan akan berangsur hilang  karena diserap oleh tubuh. Filler jenis ini bahkan bisa segera kita dihilangkan dengan menyuntikkan sejenis enzym yg disebut hyaluronidase (penghancur asam hyaluronat). Sedangkan filler jenis ketiga adalah filler berupa lemak yang diambil dari tubuh pasien itu sendiri. Filler berbentuk lemak  dari tubuh sendiripun sebagian besar bisa diserap oleh tubuh apabila seluruh bagian lemak  tersebut tidak menempel dengan baik pada jaringan sekitarnya (dalam istilah medis membentuk vacuole fat necrosis), yaitu suatu bagian yang kosong karena lemak tersebut mencair. Untuk mempertahankan agar filler dari  bahan lemak bisa hidup/ tidak diserap diperlukan teknik tertentu.(silakan lihat  dalam artikel teknik Fat Transfer di klinik kami)

KESIMPULAN: BAHAN FILLER TERBUAT DARI APA PUN TIDAK TEPAT SECARA ILMU DAN LOGIKA BILA DIPAKAI UNTUK METODE MEMANCUNGKAN HIDUNG

2. Apakah  BENANG dapat dipakai dengan baik untuk memancungkan hidung?

Jawabannya juga : TIDAK, Karena benang bukanlah suatu bahan yang kaku walau pun padat, tidak bisa dipakai untuk menopang seperti tiang untuk mencapai hidung yang tinggi. Benang hanya dapat menarik ujung hidung ke pangkal hidung sehingga kulitnya terangkat (tenting =seperti tenda yg ditarik oleh tambang). Akibatnya bagian yang tampak tinggi hanya di bagian pangkalnya saja, bahkan pangkål hidung pun kehilangan sudutnya yang sangat penting yang disebut sebagai sudut antara hidung dan dahi (naso frontal angle). Orang yang tidak memliki sudut ini maka hidungnya jadi tampåk superit hidung singa. Disamping itu, pemasangan benang pada hidung secara lógika malah membuat hidung jadi lebih pendek (short nose) dan tip hidungnya tidak mungkin bertambah tinggi. Mungkin hal ini pula yang sering anda lihat.

KESIMPULAN : BENANG TIDAK TEPAT SECARA TEKNIK DAN LOGIKA UNTUK MEMANCUNGKAN HIDUNG

Bagimana dengan kombinasi antara benang dengan filler? Jawabannya DUA KALI SALAH.

3. Jadi BAHAN dan Teknik apa yang terpilih untuk memancungkan hidung dengan baik, alami aman dan logis?

Sesuai dengan syarat bahan yang telah saya sebutkan, untuk memancungkan hidung harus dipilih bahan yang implant padat, yang bersifat inert ( inert = bahannya tetap tidak berubah dan tidak menimbulkan reaksi tubuh). 

Ada beberapa bahan yang dapat kita pergunakan di klinik kami yaitu:

a. Yang paling simpel adalah dengan menggunakan bahan implant SILIKON PADAT. Implant ini harus diraut dulu disesuaikan dengan bentuk ukuran dan lekukan tulang hidung pasien. Tidak bisa dipukul rata langsung dimasukkan begitu saja. Karena bisa berakibat miring, menonjol keluar , bila operator kurang  cermat dalam  mengukur dan menempatkannya.

b. Bahan implant yang diambil dari tulang rawan concha telinga atau septum hidung itu sendiri. (ini lebih tahan terhadap infeksi karena berasal dari tubuh sendiri)

c. Bahan campuran antara Implant silikon padat dengan implant tulang rawan telinga, yang di klinik kami disebut dengan istilah implant Hybrida (paling sering dipakai) terutama untuk hidung yang pangkalnya relatif rendah sehingga  tidak dapat kita gunakan bahan tulang rawan dari telinga saja.

d. Bahan implant padat yang diambil dari tulang rawan iga (untuk tindakan ini mutlak harus dilakukan dengan pembiusan umum di Rumah Sakit), dan biasanya dipilih untuk pasien yang memiliki  riwayat alergy terhadap implant silikon padat sebelumnya, serta hidungnya terlalu pesek sehingga bahannya tidak akan cukup apabila hanya mempergunakan  bahan tulang rawan telinga saja.

Nah,   Dengan bahan-bahan implant seperti tersebut dalam point 3 a sd c , tersebut Insya Allah akan aman, dan tentu saja ada syarat lainnya yaitu sebaiknya  dilakukan oleh operator dokter spesialist bedah plastik rekonstruksi dan estetik yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang cukup baik, serta memiliki nilai seni rupa yang tinggi. Karena untuk membuat  hasil operasi hidung yang tampak bagus dan  alami, tentu saja banyak kriteria lainnya yang harus dicapai, tidak hanya sekedar mengganjal dengan implant- implant tadi agar hidungnya tinggi, namun harus diperhitungkan berbagai aspek seperti titik awal naiknya pangkal hidung yang disebut dengan istilah golden point, lekukan hump, bentuk dan proporsi lobang hidung, kedudukan tiang hidungnya (columella), jenis kulit hidungnya, dll

KESIMPULAN : Hidung Hasil operasi yang sangat baik, akan terlihat proporsional , harmonis dengan bentuk wajah, dagu, bahkan operatornya sendiri mungkin suatu saat tidak dapat membedakan bahwa  hidung pasien tersebut adalah hidung yang mancung karena hasil operasi. 

Demikian semoga dapat menjawab pertanyaan anda.

dr. Budiman, SpBP-RE



Jl. Raden Saleh No. 39D, (Puri INN Lt. 2)
Cikini - Jakarta Pusat (Depan RS Cikini)

Lebih Rinci
© 2019 Pro Aesthetic Clinic